Bacalah

By | April 7, 2015

bacalah_3

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-mulah Yang maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Tahun 1666. Di suatu siang hari seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon apel sambil merenungkan alam semesta. Di tengah perenungannya tentang jagat raya yang hebat ini tiba-tiba jatuh buah apel di hadapannya. Kemudian dia bertanya : “Why?”. Tak lama kemudian dunia mengenalnya dengan hukum Gravitasi. Dialah Sir Isaac Newton. Seorang ilmuwan yang telah memetakan dasar hukum gravitasi yang telah kita kenal saat ini. Dari hasil pemikiran dan eksperimennya dunia mengenalnya sebagai ahli fisika, ahli matematika, ahli astronomi, ahli ilmu cahaya bahkan ahli ilmu mekanika. Pada tahun 1705 Isaac Newton mendapat gelar Sir yaitu gelar kebangsawanan bangsa Inggris atas prestasinya di bidang ilmu. Newton meninggal tahun 1727, dalam usia 84 tahun. Dia mendapat kehormatan dimakamkan di Westminster Abbey. Tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga raja, orang terkenal, pahlawan dan ilmuwan. Setelah Newton meninggal, untuk mengenang jasa-jasanya dibuatlah mata uang bergambar Newton.

Betapa dahsyatnya manfaat membaca! Newton membaca fenomena alam semesta berangkat dari kekaguman dan rasa penasaran yang amat dalam. Begitu pula dengan para ilmuwan di jaman kekhalifahan sebut saja Ibnu Sina, Al Farabi, Ibnu Khaldun, Al Jabar, Al Khawarizmi yang kesemuanya berangkat dari aktivitas mendasar yaitu membaca. Karya-karya hasil keilmuwan mereka tetaplah abadi hingga kini. Merekalah peletak dasar ilmu-ilmu yang berkembang saat ini. Bangsa Eropa dan Amerika harusnya berterima kasih kepada mereka.

Alloh subhanahu wa ta’ala hendak mengajak kepada seluruh manusia untuk membaca hasil karya cipta-Nya. Sehingga timbul kekaguman kepada Sang Maha Pencipta dan tunduk karena kita hanya manusia biasa. Alloh telah berjanji akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Bila seorang yang berilmu saja bisa dihormati dan disegani keilmuwannya oleh manusia maka seseorang yang beriman kepada Alloh dan sekaligus berilmu pengetahuan tidak hanya dihormati dan disegani oleh manusia tetapi Alloh subhanahu wa ta’ala pun memuliakannya. Tidak hanya semasa hidup bahkan sampai tiada nya pun dia tetap dikenang dan disanjung.

Bacalah fenomena alam semesta ini (semoga kelak menjadi ahli fisika, ahli matematika, ahli astronomi). Bacalah kelebihan dan kekurangan diri kita (semoga kelak menjadi motivator, leader, penulis dan sumber inspirasi bagi orang lain). Bacalah peluang keberhasilan dan kegagalan dalam mendirikan bisnis (semoga kelak menjadi pengusaha, konsultan bisnis). Bacalah potensi anak-anak kita hingga dia dewasa nanti (semoga kelak menjadi ahli parenting dan mempunyai anak-anak yang sholeh/sholehah). Bacalah potensi masalah dan cara menyelesaikannya (semoga kelak menjadi negosiator, problem solver). Bacalah segala kebaikan yang ada di depan kita. Kelak bila semua kesuksesan di dunia telah terwujud bersujudlah kepada Alloh Yang Maha Pemurah dan Maha Memiliki Segala-Nya karena segala sesuatunya hanya bersumber kepada-Nya.

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa menuntun langkah kaki kita kepada jalan kebenaran yang telah ditunjukkan oleh Rosululloh yang mulia.

Photo credit by Photobucket

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *