Mengapa Pornografi Berbahaya Bagi Kehidupan?

By | May 18, 2015
Neurons the Power of the mind

Neurons the Power of the mind

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6) 

Alhamdulillah. Sebuah kata syukur kepada Alloh Sang Maha Pencipta yang tiada hentinya saya panjatkan kepada-Nya. Artikel yang telah saya tulis minggu lalu (Mengapa Orang Yahudi Tidak Suka Merokok?) mendapatkan sambutan super hangat dari pembaca di seluruh belahan planet bumi. Dari data statistik blog MENGAJIMAKNA artikel ini telah booming dibaca sampai sepuluh ribu kali semenjak diterbitkan. Dalam waktu seminggu artikel ini masih sering di-share di Facebook. Artikel ini pun telah sampai ke seluruh penjuru dunia. Telah sampai ke negara superpower Amerika. Telah dibaca di negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman dan Libanon. Telah singgah di negara-negara budaya Timur seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Hongkong, Taiwan dan Laos. Dibaca di negara-negara Eropa seperti Jerman, Inggris, Perancis, Polandia, Rusia dan Rumania. Satu negara di Afrika yaitu Nigeria juga sudah tahu bahayanya merokok setelah baca artikel ini. Yang lebih awesome lagi artikel saya dibaca oleh orang Israel. (Saya penasaran apa komentar mereka dengan artikel yang telah saya publish itu?)

WordPress.com selaku platform pengusung blog ini memberikan sajian informasi tentang data pencapaian traffic yang meningkat tajam setelah artikel ini di-publish. Jika sebelumnya hanya puluhan pembaca singgah di blog ini maka minggu kemarin ribuan jama’ah pembaca berkloter-kloter antri baca artikel ini. Alhamdulillah. Seperti telah saya tuliskan pada artikel dengan judul Keajaiban Syukur, saya merasakan sekali keajaibannya.

Berangkat dari keprihatinan nasib bangsa Indonesia yang menjangkiti generasi muda masa kini maka tulisan ini dibuat. Akhir-akhir ini marak kita perhatikan berita di televisi dan internet tentang prostitusi. Telah ditemukan oleh aparat kepolisian sejumlah praktek terselubung yang melibatkan sejumlah artis dan pejabat bergumul dalam sebuah praktek prostitusi online. Memprihatinkan memang menyimak berita ini yang menjadi headline selama 2 minggu terakhir. Belum lagi tersiar kabar selebrasi para pelajar selepas ujian nasional dalam rangka menghilangkan kepenatan mereka mengadakan splash after class, berbaur dalam kolam renang dengan balutan busana yang minim. Semua kabar menyedihkan ini mendedahkan sebuah fakta bahwa sudah sedemikian memprihatinkannya kondisi moral bangsa Indonesia saat ini.

Mengutip penjelasan tentang bahaya konten ‘kotor’ dari Yayasan Kita dan Buah Hati saya jelaskan sebagai berikut, menurut Jordan Graffman, PhD seorang pakar Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison mengatakan bahwa pada otak manusia ada bagian yang didesain khusus oleh Tuhan untuk membedakan manusia dari spesies lain sebagai spesies paling sempurna, yaitu kemampuan untuk memilih dan memiliki adab atau nilai-nilai fitrah (kebenaran). Bagian itu dinamakan Pre Frontal Cortex (PFC). PFC pada otak manusia bertugas sebagai direktur yang menyimpan database dan mengarahkan manusia pada nilai-nilai kebaikan. Bagian inilah yang membimbing manusia untuk memegang teguh nilai-nilai kebenaran, berorientasi masa depan tidak didasarkan pada keputusan sesaat, mengatur emosi untuk menunda kepuasaan, mengambil keputusan berdasarkan logika. Singkatnya, PFC adalah manusia-nya dari bagian tubuh manusia.

Kabar buruknya, bagian otak ini matang pada usia 25 tahun. Sebelum mencapai usia ini sejumlah neuron pada PFC perlahan-lahan membentuk jaringan sampai menjadi pre frontal cortex yang utuh. Sayangnya, sebelum mencapai usia kematangan itu konten pornografi telah banyak menyerang anak-anak usia belasan tahun, menyerang usia remaja yang tengah berada di sekolah menengah, menyerang para pemuda yang punya semangat bergelora. Akibatnya bagian otak yang mengarahkan pada nilai-nilai kebaikan itu perlahan-lahan rusak dan punah.

Praktis ketika sang direktur ini mati maka tidak ada lagi pusat pengendali moral yang mengarahkan manusia untuk cenderung pada nilai-nilai kebaikan. Sang direktur ini mati tenggelam dalam larutan dophamine yang memberikan efek kepuasan sekaligus unsur ketagihan ketika terpapar konten pornografi. Ketika terpapar konten pornografi mata kita memberikan informasi berupa sinyal listrik ke bagian otak belakang yang bernama sistem limbik. Sistem limbik ini akan mengolah data dan menyimpan informasi serta menganggap penting segala informasi yang berkaitan dengan emosi. Nah pengalaman saat terpapar konten pornografi ini akan memberikan efek emosi seperti merasa jijik atau merasa tertarik saat melihatnya. Maka konten seperti itu akan dianggap penting oleh otak dan akan disimpan sebagai informasi. Lama kelamaan kita jadi terbiasa melihatnya dan ingin melihat yang lebih lagi karena efek dari dophamine yang selain memberikan rasa tenang sekaligus membuat ketagihan. Praktis pada saat mencapai puncaknya hormon testosteron menuntut untuk dikeluarkan. Maka jangan heran bila sudah sering terpapar konten pornografi sering kita temukan berita tentang kasus pemerkosaan di televisi. (Na’udzubillah)

Para pelaku iklan sudah mengetahui teori ini. Riset mereka lebih canggih dari yang kita bayangkan. Jaringan Yahudi internasional telah gencar menguasai media cetak dan elektronik seluruh dunia, tidak terlepas Indonesia. Melalui iklan sabun, iklan shampo, iklan parfum, iklan minuman, iklan apapun yang menonjolkan keindahan tubuh wanita maka itu tombol ‘ON’ untuk memasukkan konten ‘kotor’ selanjutnya secara bertahap dan bertingkat. Randy Hyde, seorang psikolog terapis pornografi sekaligus kolega pakar neurosains Donald Hilton mengatakan bahwa sekali tombol ON itu aktif maka tidak bisa dimatikan, kita hanya bisa mengerem mati-matian. Yang disasar oleh meraka adalah anak-anak kecil, usia remaja dan para pemuda dimana pada masa-masa itu neuron sedang melakukan sambungan-sambungan informasi. Kemudian konten ‘kotor’ itu muncul lalu masuk dalam sambungan itu.

Kaum Yahudi sangat mengerti betapa pentingnya generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas untuk mengukuhkan eksistensi mereka di muka bumi. Keluarga-keluarga mereka dijaga dari bahaya merokok dan pengaruh pornografi. Bila pengaruh ini menjangkiti generasi muda mereka maka mereka tahu tidak akan muncul generasi yang sehat. Kaum Yahudi menargetkan memerangi generasi muda Muslimah. Mereka berkeyakinan bila generasi Muslimahnya rusak maka akan rusaklah generasi muslim keseluruhan. Seorang Yahudi pernah berkata “Sibukkanlah terus umat Islam yang kini masih tertidur lelap, karena sungguh mereka adalah umat yang jika mereka telah pulih dan bangkit, niscaya dalam hitungan beberapa tahun saja, mereka pasti dapat meraih kembali kemuliaannya, yang telah terrenggut selama beberapa abad..”

Peranan orang tua dalam mendidik anak sangat utama. Jangan biasakan mencaci dan memarahi mereka. Jangan bebankan anak-anak dengan tugas atau setumpukkan PR yang membuat otak mereka overload dan jenuh. Akibatnya mereka akan mencari cara untuk melepaskan kejenuhan itu. Tanpa bimbingan dan perhatian yang serius dari orang tua sangat mungkin anak-anak kita terjerumus pada hal-hal negatif untuk melepaskan kejenuhan itu. Bimbing dan selalu dampingi anak kita yang tengah beranjak remaja. Perhatikan segala perubahan dan kebutuhannya. Karena pada masa ini remaja sedang mengalami proses pencarian jati diri yang labil. Bentengi keluarga dengan ibadah dan aqidah yang tangguh. Biasakan membaca dan mengkaji Al Qur’an bersama. Bersama anak-anak dan orang tua bekerjasama membentuk keluarga yang terhindar dari panasnya api neraka.

Photo credit by : Birth Into Being @flickr.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.