Pembentukan Alam Semesta

By | June 27, 2015

6073031381_618f7455b3_b

Alhamdulillah kita telah memasuki hari ke-10 bulan Ramadhan tahun ini. Waktu terasa begitu cepat. Umur semakin berkurang. Tiada pilihan lain selain memanfaatkan Ramadhan tahun ini seoptimal mungkin. Salah satunya mengisi waktu dengan tafakur merenungkan penciptaan alam semesta yang begitu indah hasil ciptaan Alloh Sang Pencipta.

Mulai minggu ini blog ini menghadirkan rubrik Islam Sains, mengupas kebenaran Al Qur’an yang berhubungan dengan sains. Artikel pembuka ini berjudul “Pembentukan Alam Semesta”. Selamat menyimak :

Hingga pertengahan abad ke-20, pandangan yang berlaku di seluruh dunia adalah bahwa alam semesta itu tidak terbatas, telah ada selamanya, dan akan terus ada sepanjang masa. Menurut teori yang disebut “model alam semesta statis ini” ini, alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.

Dengan mengukuhkan bahwa alam semesta merupakan kumpulan substansi yang statis, stabil, dan tidak berubah, teori ini menjadi basis filosofi materialis dan konsekuensinya adalah menolak keberadaan Sang Pencipta. Namun sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi abad ke-20, “model alam semesta statis” telah hancur berkeping-keping.

Kini, kita telah memasuki abad ke-21 dan permulaan baru menyambut kita. Melalui banyak percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan beberapa pemikir terkemuka dunia, fisika modern telah membuktikan bahwa alam semesta ternyata memiliki permulaan, bahwa ia muncul dari ketiadaan pada sebuah momen ledakan besar. Lebih jauh, telah terbukti pula bahwa alam semesta tidak statis dan tidak tetap, sebagaimana yang masih dipertahankan kaum materialis dengan gigih. Sebaliknya, alam semesta selalu mengalami proses pergerakan, perubahan, dan pengembangan. Fakta-fakta yang baru ditemukan ini telah memaku peti mati teori alam semesta statis. Sekarang, semua fakta ini telah diterima luas oleh masyarakat ilmiah.

Asal usul alam semesta dijabarkan Al Qur’an dalam ayat berikut :

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al An’am, 6:101)

Informasi ini sepenuhnya sesuai dengan temuan-temuan para ilmuwan masa kini. Sebagaimana telah dinyatakan di awal, kesimpulan yang telah dicapai astrofisika dewasa ini adalah bahwa seluruh jagat raya, berikut dimensi materi dan waktu, menjadi ada sebagai hasil dari ledakan akbar yang terjadi dahulu kala. Peristiwa ini, yang dikenal dengan sebutan “Big Bang”, merupakan katalis untuk penciptaan alam semesta dari ketiadaan. Semua pihak di kalangan ilmiah sepakat bahwa ledakan ini bermula dari sebuah titik tunggal sekitar 15 miliar tahun lalu.

Sumber : KEAJAIBAN AL QUR’AN Karya Harun Yahya

Credit photo by : mookio chen @flickr.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

4 thoughts on “Pembentukan Alam Semesta

  1. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,
    Dik Agus,
    pada teori “big bang” itu berupa ledakan suatu “benda padat yang amat sangat besar”, yang terdiri dari seluruh materi di alam semesta. Ada pula dugaan lain bagi teori “big bang”, berbentuk berupa ledakan dari suatu “titik kosong”, yang lalu tercipta sekaligus seluruh materi di alam semesta.

    teori ini sangat disukai oleh kaum yahudi dan nasrani.
    kita musti ingat firman Allah dibawah ini.
    Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui,
    bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu.
    Kemudian Kami pisahkan antara keduanya (masing-masing dibentuk-Nya).
    Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
    Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?.”
    (QS. AL-ANBIYAA’:21:30).

    yg padu itu tidak selalu mengartikan padat!

    Alquran surat hud ayat 7.
    Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    sebelum sesuatu itu ada ,yg ada hanya Allah dan sebelum segala sesuatu dijadikaNya bahwa sesungguhnya singgasanaNYA berada diatas air.
    awal penciptaan alam semesta adalah dari zat cair(sesuatu yg cair) mas., kabut adalah kabut putih , asap adalah asap putih,uap adalah uap putih, gas hidrogen dll.(semuanya ini berasal dari air(sesuatu yg cair) ).

    langit dan bumi pada mulanya bersal dari unsur yg satu, yaitu air (sesuatu yg cair) kemudian menjadi 2 benda yg berlainan yaitu atom dan asap(dukhan) hidrogen.
    pada awalnya kedua bahan ini ritqun (bersatu padu) kemudian terpecah(fatqun). Dari atom terbentuk bakal bumi dan dari asap(dukhan) hidrogen terbentuk bakal langit.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

    Reply
    1. Agus Kurnia S Post author

      Terimakasih telah mengoreksi dan mampir membaca artikel di blog saya.
      Artikel yang telah saya tulis di atas saya kutip sepenuhnya dari buku karya Harun Yahya berjudul Keajaiban Al Qur’an.
      Ada beberapa artikel lain berkaitan dengan dunia sains di rubrik Islam Sains.
      Mungkin mas bisa ngasih masukan link atau sumber apa saja yang bisa saya jadikan referensi buat menulis artikel tentang sains.

      Terimakasih.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *