Alam Semesta Yang Mengembang

By | June 30, 2015

universe_1

Al Qur’an yang diturunkan 14 abad silam ketika ilmu astronomi masih terbelakang, menggambarkan pengembangan alam semesta sebagai berikut :

Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa. (Q.S. Adz Dzariyat, 51 : 47)

Kata “langit” yang dinyatakan oleh ayat tersebut digunakan di pelbagai tempat dalam Al Qur’an. Kata ini mengacu pada angkasa dan jagat secara keseluruhan. Di sini, sekali lagi kata itu digunakan dengan makna demikian, menyatakan bahwa jagat raya “meluas”. Dalam kalimat bahasa Arab, inna lamusi ‘una yang diterjemahkan menjadi ‘sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya’. Kata musi’una berasal dari kata kerja awsa’a, yang berarti ‘mengembang’.  Awalan la menekankan nama atau sebutan yang mengikutinya dan menambahkan kesan ‘seluas-luasnya’. Jadi, pernyataan ini berarti ‘Kami mengembangkan langit atau jagat raya seluas-luasnya’. Kesimpulan inilah yang dicapai oleh sains modern.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, ahli astronomi Amerika, menemukan bahwa bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Penemuan ini dianggap sebagai salah satu tonggak sejarah dalam astronomi. Dalam pengamatan ini, Hubble menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya yang semakin merah bergantung pada jarak mereka. Itu karena menurut hukum-hukum fisika yang berlaku, cahaya yang mendekati titik pengamatan berubah menjadi ungu dan cahaya yang menjauhi titik tersebut menjadi merah. Dalam pengamatannya, Hubble mencatat kecenderungan ke arah merah dalam cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang. Singkatnya, bintang-bintang bergerak menjauh dan semakin jauh setiap saat. Bintang dan galaksi tidak hanya menjauhi kita, tetapi menjauhi satu sama lain. Sebuah alam semesta, yang segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti ia terus menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan pada tahun-tahun berikutnya menegaskan fakta tersebut.

Agar dapat memahami hal ini, mari kita bayangkan alam semesta sebagai permukaan balon yang ditiup. Semakin besar balon mengembang, semakin jauh jarak antar titik-titik pada permukaannya. Demikian pula benda-benda angkasa. Mereka saling menjauhi seiring mengembangnya jagat raya. Ini ditemukan secara teoritis oleh Albert Einstein, salah satu ilmuwan terbesar abad ke-20. Namun, agar tidak melanggar “model alam semesta statis” yang secara umum diterima saat itu, Einstein mengesampingkan temuannya. Belakangan, dia menyatakan tindakannya ini sebagai kesalahan paling serius dalam hidupnya. Fakta pengembangan alam semesta dijelaskan dalam Al Qur’an pada saat teleskop dan kemajuan teknologi sejenisnya belum ditemukan. Ini karena Al Qur’an adalah wahyu Alloh, Sang Pencipta dan Penguasa Jagat Raya.

Sumber : KEAJAIBAN AL QUR’AN Karya Harun Yahya

Credit photo by : neatmummy @flickr.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *