Penciptaan Segala Apa Yang Ada Di Antara Langit dan Bumi

By | December 17, 2015

universe_39937210254_fb48d611da_b

Al Qur’an mengandung banyak sekali ayat mengenai penciptaan bumi, langit, dan apa yang ada di antara keduanya :

Dan tidaklah kami iptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, kecuali dengan benar. Dan sesungguhnya, saat (Kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. (Q.S. Al Hijr, 15:85)

Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah. (Q.S. Thaha, 20:6)

Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. (Q.S. Al Anbiya. 21:16)

Ilmuwan menyatakan bahwa pada mulanya, sekumpulan gas panas meningkat dalam kekerapannya. Massa ini kemudian terbagi menjadi bagian-bagian lebih kecil untuk membentuk materi galaktik dan belakangan, bintang-bintang dan planet-planet. Dengan kata lain, bumi bersama bintang-bintang di sekelilingnya merupakan bagian-bagian yang terpisah dari sebuah massa gas yang awalnya menyatu.

Beberapa bagian ini menjadi matahari-matahari dan planet-planet yang mengarah pada pembentukan banyak tata surya dan galaksi. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dalam buku ini, alam semesta pada awalnya dalam keadaan ratq (fusi; bersatu, bergabung) dan kemudian menjadi fataqa (terpisah dalam bagian-bagian). Kemunculan jagat raya ini digambarkan dengan kata-kata paling tepat dalam Al Qur’an, dengan cara yang menegaskan penemuan ilmiah.

Pada setiap kejadian pemisahan, beberapa artikel tetap berada di luar benda-benda baru dan fundamental yang terbentuk di angkasa. Nama ilmiah untuk untuk partikel-partikel ekstra ini adalah interstellar galactic material. 

Materi antarbintang ini terdiri atas 60% hidrogen, 38% helium, dan 2% unsur-unsur lain.  Dari materi antarbintang, 99% terdiri atas gas dan 1% berupa debu, yang mungkin mengandung unsur-unsur berat dalam bentuk partikel-partikel kecil berdiameter 0,0001 hingga 0,001 mm.

Ilmuwan menganggap substansi ini sangat penting dari sudut pandang pengukuran astrofisik. Substansi ini begitu halus sehingga dapat dianggap sebagai debu, asap atau gas. Akan tetapi, jika dipandang secara keseluruhan, substansi ini memiliki massa lebih besar daripada total seluruh galaksi di ruang angkasa. Meskipun materi galaktik antarbintang ini baru diketahui pada tahun 1920, ratusan tahun lalu Al Qur’an telah menarik perhatian manusia terhadap keberadaannya dengan menggambarkan partikel-partikel ini sebagai maa baynahuma, yang diterjemahkan menjadi ‘segala apa yang ada di antara keduanya’.

Sumber : KEAJAIBAN AL QUR’AN Karya Harun Yahya

Photo credit by : Archangel12

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.