Cukup Satu Kejadian

By | December 29, 2015

negeri_van_oranje

Wageningen, Utrecht, Den Haag dan Praha. Adalah 4 kota di Eropa yang dipilih sebagai tempat syuting film Negeri Van Oranje. Berlatarkan negara Eropa yang megah film ini bercerita tentang 5 orang sahabat yang sedang belajar di negeri orang. Mereka adalah Lintang, Wicak, Geri, Banjar dan Daus. Kelimanya dipertemukan di negeri Belanda. Dengan berlatar belakang karakter yang berbeda, kelima orang sahabat ini menjalani hari-hari bersama penuh suka dan duka.

Namun sebuah keputusan penting harus diambil oleh Lintang. Dia harus memutuskan salah satu dari 4 orang sahabatnya yang akan menjadi teman seumur hidupnya. Sebuah keputusan yang  tidak mudah. Siapakah yang akan menjadi pilihannya? Simak terus tulisan ini yahh…

Di hari pernikahannya, dia mengulang kisah masa lalu semasa di Belanda. Bagaimana dia mengenal masing-masing pribadi sahabatnya.

Banjar alias Iskandar Irwansyah adalah pemuda asal Banjarmasin, Kalimantan. Pemuda berusia 27 tahun-an ini berasal dari keluarganegeri_van_oranje_film berada. Di tempat asalnya, dia termasuk anak yang beruntung karena dibesarkan di kalangan keluarga kaya. Tapi kesehariannya di negeri Belanda harus dilalui dengan bekerja sebagai bartender buat memenuhi biaya kuliahnya. Dia ingin membuktikan bahwa dia bisa mandiri.

Suka ceplas-ceplos dan sedikit kasar. Tapi punya solidaritas dan sering bantu teman. Apalagi pas kejadian dompet Lintang dicopet orang. Dia berusaha sekuat tenaga mengejar si pencopet sampai terlibat perkelahian. Apalah daya melawan 3 orang dia sampai kewalahan. Dia berjanji suatu hari dia akan mendapatkan dompet Lintang kembali. Di acara kelulusan wisuda S2 Lintang, Banjar memberikan dompet yang hilang sebagai hadiah kelulusan.

Wicak Adi Gumelar, umur 29 tahun. Anak Banten asli. Di antara yang lainnya bisa dibilang Wicak lah yang paling bijak. Namun sifatnya yang bijak ini kerapkali tertutupi oleh karakter sahabat-sahabat lain yang lebih mendominasi pergaulan. Dia cenderung pendiam namun peduli. Juga peduli dan diam-diam menaruh perhatian kepada Lintang.

Seusai kuliah S1 di Institut Pertanian Bogor, Wicak lebih memilih bergabung dengan LSM Kehutanan. Wicak mewarisi kegemarannya terhadap kehutanan dan lingkungan. Dia seringkali berurusan dengan para mafia hutan kasus illegal logging. Bahkan, pernah suatu kejadian dia dan temannya diburu dan hampir terbunuh.

Pertemuannya dengan Lintang di Wageningen membawa kesempatan Lintang untuk mengenal Wicak lebih jauh. Sosoknya kalem, meski pendiam dia mempunyai banyak teman. Tukang roti, penjaga toko, penjual lumpia kerapkali menyapa akrab dirinya meski mereka tidak saling tahu nama satu sama lain. Bagi dia sebuah kejadian bisa membawa dirinya dan orang lain untuk mengenal satu sama lain.

Lain lagi dengan Daus. Nama lengkapnya Firdaus Gojali Muthoyib bin Satiri. Dia anak Betawi asli. Asli penduduk Jakarta. Sewaktu masih di Jakarta dia bekerja sebagai PNS di Direktorat Jenderal Bina Masyarakat Islam. Suatu hari dia ditawari program beasiswa S2 ke Belanda. Sontak dia langsung mengajukan diri mengikuti program itu dan langsung diterima.

Di antara yang lainnya, dia paling pintar. Itu terlihat dari dandanannya yang selalu rapih dipadukan dengan kacamata yang selalu dikenakannya. Pertanda dia seorang kutu buku. Orangnya cukup konyol. Meski begitu seperti yang lainnya dia menaruh harapan kepada Lintang.

Yang terakhir, Geri alias Garibaldi Utama Anugraha Atmadja. Bisa dibilang, dialah tokoh paling sempurna di antara 4 orang sahabat Lintang ini. Dia punya segalanya. Ekonomi yang mapan, wajah yang tampan, tak jarang dia mengajukan diri buat mentraktir teman-temannya. Hidup mewah di apartemen, sementara teman-temannya hanya tinggal di kost mahasiswa.

Sebenarnya Geri-lah yang lebih berpeluang mendapatkan semua perhatian dari Lintang dikarenakan kelebihannya ini. Namun jalan cerita berkata lain.

Jadi siapa yang akan dipilih Lintang?

Jawabannya ada pada judul artikel di atas.

Biar penasaran tonton sendiri filmnya yah. Bila dilihat dari aspek budaya, memang sepertinya mahasiswa di sana cenderung mengikuti gaya hidup Eropa. Menguasai bahasa Inggris menjadi penting sebagai pengantar dalam percakapan sehari-hari. Tapi jangan lupa bila menjadi mahasiswa di sana, budaya ketimuran yang menjunjung tinggi norma dan agama juga harus tetap dijaga yah.

Photo credit by : Official Negeri Van Oranje

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

One thought on “Cukup Satu Kejadian

  1. Cleta

    Magnificent web site. Plenty of useful information here.
    I am sending it to some buddies ans additionally sharing in delicious.
    And obviously, thanks on your effort!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *