Hubungan Mengejutkan Antara Uang dan Kebahagiaan

By | August 10, 2016

uang-dan-kebahagiaan

Di tengah kesibukan pekerjaan di kantor yang semakin menggila. Minggu kemarin saya tidak sempat membuat artikel. Tentunya ini sangat mengecewakan pembaca setia. Untuk itu selain menerbitkan artikel ada bonus ebook yang ingin saya bagikan secara GRATIS. Yah anggaplah buat mengobati kekecewaan teman” yang sudah setia menunggu tiap hari Rabu menanti terbitnya artikel baru di pagi hari.

Ebook ini terdiri dari beberapa judul esai yang renyah dan penuh inspirasi. Saya sarankan Anda harus mendownloadnya agar semakin mekar otak kita dengan pengetahuan yang maknyus.

Silakan download link ebook gratisnya di sini. Lalu klik Download ! (Tidak perlu sign in ke Dropbox)

Memang membuat artikel kemudian menerbitkannya secara rutin butuh perjuangan luar biasa. Artikel yang ditulis pun harus memenuhi kualitas yang sudah saya tentukan. Sehingga pembaca bisa mengambil manfaat dari artikel yang telah terbit.

Ada kebahagiaan tersendiri buat saya pribadi. Saat artikel telah terbit, kemudian mendapat sambutan hangat dari pembaca. Berbicara masalah kebahagiaan pagi ini kita akan mengulik sebuah korelasi yang mengejutkan antara uang dan kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah tema penting dalam kehidupan. Setiap kita merindukan bahagia. Apa jadinya hidup yang singkat ini bila hanya dilalui dengan cerita muram penuh kesedihan. Sebaliknya, uang juga merupakan elemen krusial dalam menunjang kehidupan. Jadi kita akan membicarakan dua hal penting pagi ini : uang dan kebahagiaan.

Dalam sebuah riset yang telah dilakukan oleh Daniel Kahneman seorang pakar financial physocology. Melacak tentang hubungan yang mendalam antara uang dan kebahagiaan. Hasil risetnya menemukan fakta tentang income threshold. Sebuah batas yang menentukan apakah uang masih berdampak pada kebahagiaan atau tidak.

Sebelum menembus batas threshold itu uang sangat berperan dalam menentukan kebahagiaan seseorang. Namun begitu menembus batas treshold itu, uang tidak lagi menentukan kebahagiaan seseorang.

Lalu berapa batas income threshold itu ?

Dengan melibatkan ribuan responden di Amerika, Daniel Kahneman mendapatkan data bahwa 6000 US Dollar adalah batas income threshold. Bila kita konversi dengan mata uang rupiah dan menyesuaikan dengan biaya hidup di sini maka besaran nilainya antara 15 – 20 juta rupiah.

Penelitinya menulis sebelum menembus angka 6000 US Dollar uang sangat berperan menentukan kebahagiaan. Hal ini didasarkan fakta bahwa kekurangan uang juga menjadi faktor pemicu stress dan depresi. Namun begitu pendapatan responden melebihi angka itu pelan-pelan peran uang sebagai penentu kebahagiaan itu akan lenyap.

Artinya level kebahagiaan seseorang dengan pendapatan kurang dari 15 – 20 juta rupiah akan sama dengan orang berpendapatan 50 juta bahkan ratusan juta rupiah.

Dalam hal ini benar, bahwa semakin kaya Anda belum tentu Anda bahagia. Studi Kahneman menyebutkan semakin tinggi income yang Anda miliki semakin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan.

Lalu muncul kembali pertanyaan. Mengapa uang sudah banyak tapi belum tentu bahagia?

Pakar financial physocology itu mendapatkan jawabannya. Dalam melihat hubungan perilaku antara uang dan kebahagiaan kebanyakan orang terjebak dalam hedonic treadmill. Sederhananya ketika gaji Anda 5 juta uang Anda habis. Saat gaji Anda naik menjadi 30 juta ternyata habis juga.

Seperti layaknya treadmill, nafsu Anda untuk membeli sesuatu semakin berkibar semakin dikejar. Saat gaji Anda 5 juta Anda berkendara menggunakan motor Vario. Tiba saatnya gaji Anda naik menjadi 30 juta Anda mungkin sudah mulai bosan dan mulai berfikir membeli Avanza. Begitulah seterusnya semakin terbuai dalam nafsu konsumtif yang semakin lelah dikejar.

Lalu bagaimana caranya agar tidak terjebak dalam hidup yang serba hedonis?

Sangat layak kiranya diterapkan prinsip hidup minimalis. Gaji sedikit cukup. Gaji besar banyak sisanya. Dari sisa itulah Anda bisa mengalokasikan investasi. Investasi di dunia atau terlebih investasi di akhirat. Seperti yang pernah saya tulis pada artikel tentang positive mindset, harta atau uang yang banyak bisa kita alokasikan buat membuat fasilitas umum, membangun masjid, membangun sekolah tanpa perlu terjebak pada kehidupan hedonic.

Hidup bersahaja dengan materi yang cukup mungkin kiranya akan lebih mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita. Bila dibandingkan dengan pendapatan yang besar namun berada di bawah bayang-bayang jebakan nafsu duniawi.

Karena pada akhirnya bahagia itu sederhana seperti membaca artikel penuh inspirasi setiap Rabu pagi di blog ini 😀

Photo credit : @flickr.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

8 thoughts on “Hubungan Mengejutkan Antara Uang dan Kebahagiaan

  1. Wadiyo

    Yang penting uang dulu baru bahagia,
    atau bahagia dulu baru uang ya Mas?

    terima kasih
    salam kenal

    Reply
    1. Agus Kurnia S Post author

      Pertanyaan ini mirip dengan : mana yang lebih dulu sukses dulu baru bahagia atau bahagia dulu baru sukses?
      Saya lebih cenderung bahagia dulu baru bisa meraih uang. Karena telah dijelaskan di atas tanpa uang pun kita masih bisa merasakan kebahagiaan.
      Cuma punya uang tentu lebih baik. 😀

      Salam kenal juga mas. Terimakasih sudah mampir.

      Reply
  2. ahmad rojiki

    artikelnya menarik semua..inspiratif…posting tiap rabu..jadi ingat mas yodhia antarisksa yg jadwal postingannya tiap senin pagi…sama2 inspiratif…sama nikmatnya sprti saat sy membaca blog nya founder TDA badroni yuzirman

    Reply
    1. Agus Kurnia S Post author

      Terimakasih Ahmad. Artikel di sini memang ditujukan untuk meng-inspirasi dan memotivasi pembacanya. Terimakasih yah udah mampir.. 😀

      Reply
  3. Ismail

    Terimakasih sangat menginspirasi saya

    Tapi jujur saya masih kurang bahagia dalam hidup ini
    Makasih banyak gan

    Reply
      1. Wulan

        Alhamdulillah selalu terinspirasi oleh artikel yang anda buat bro,,
        “Happy is not about money”
        yang penting selalu bersyukur berapa pun rejeki yang Alloh kasih n’ always positif thinking inshaAllah bahagia, sok cink percaya.. 😁

        Reply
        1. Agus Kurnia S Post author

          Hatur nuhun. Bersyukur adalah salah satu elemen penting agar mudah bahagia. Studi menunjukkan orang yg rajin bersyukur lebih banyak bahagianya ketimbang sedihnya.

          Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *