Mitos-Mitos Menyesatkan Seputar Uang dan Kekayaan

By | August 24, 2016

uang dan kekayaan

Setiap orang pasti merindukan hidup sejahtera dan berkecukupan. Setiap hari pergi pagi pulang malam berjibaku buat mewujudkan rencana indah ini. Bekerja buat menyongsong masa depan cerah dengan menafkahi keluarga.

Namun dalam perjalanannya banyak orang yang keliru dalam memahami makna uang dan kekayaan. Akibatnya sangat fatal. Alih-alih hidup bahagia malah hidup jauh dari sejahtera. Ada beberapa mitos menyesatkan yang menjauhkan kita dari uang dan kekayaan.

Apa sajakah mitos-mitos menyesatkan itu? Di pagi hari yang cerah ini kita bongkar satu persatu.

Mitos#1. Jadi orang kaya pasti sombong dan hanya memikirkan nafsu dunia saja. Rupanya efek nonton sinetron telah berdampak dalam pikiran orang kebanyakan. Orang kaya digambarkan sebagai sesosok juragan bengis yang suka menindas rakyat kecil. Apalagi bila orang kaya itu berkumis tebal dan bermuka masam.

Pendapat seperti ini tidak selamanya benar. Malah saya punya paradigma lain : semakin kita kaya maka semakin sholeh/semakin baik kita. Seperti yang telah saya uraikan pada artikel tentang mindset. Bahwa milikilah mindset positif. Jadikanlah kekayaan yang Anda miliki untuk semakin men-sholehkan Anda. Semakin mem-baikkan Anda.

Ramadhan kemarin saya sempatkan silaturahmi ke Bandung. Ada sebuah fakta mencengangkan. Masjid di lingkungan perumahan mewah itu setiap malam dipenuhi dengan mobil-mobil mewah. Mereka menyempatkan beri’tikaf di malam-malam terakhir menjelang lebaran.

Yang lebih mengherankan lagi adalah informasi dari penjaga masjid bahwa keadaan ini sudah biasa. Di bulan selain bulan Ramadhan pun mobil-mobil setiap shubuh sudah memadati tempat parkir. “Di bulan Ramadhan seperti ini kami memang kesulitan menyediakan tempat parkir mobil karena jama’ah semakin bertambah”, begitu katanya. Amazing.

Menjadi orang kaya juga bisa menjadi mulia. Setiap hari bersedekah. Setiap hari sholat shubuh berjama’ah. Setaip hari berbagi berkah.

Mitos#2. Kalau gak korupsi gak akan kaya-kaya. Ini cara berfikir yang benar-benar salah. Media massa telah berhasil men-brainwash pikiran Anda. Memang setiap hari berita di televisi tidak akan lepas dari isu-isu semacam ini. Orang yang mengatakan bahwa kaya harus dengan korupsi adalah korban manipulasi media.

Akibatnya muncul persepsi yang salah bahwa orang kaya di Indonesia koruptor semua. Semua mengusahakan kekayaannya lewat jalan korupsi. Itu mitos yang benar-benar bersebrangan dengan para pengusaha yang kaya lewat jalan halal dan barokah. Media televisi memang jualan beritanya seperti itu biar laku. Namun anehnya kita cenderung menikmatinya.

Padahal studi ilmiah menunjukkan : makin sering Anda nonton berita di televisi makin Anda tidak obyektif melihat realitas dunia (Selligman, 2007).

Penelitian lain yang lebih mengejutkan : berita-berita yang gencar tentang kasus korupsi dan narkoba justru memancing rasa penasaran dan mendorong orang untuk mencoba korupsi dan menjajal narkoba (Chip and Dan Heath, 2010).

Itulah mengapa di rumah saya jarang sekali menonton berita di televisi. Saya berlangganan tv kabel. Saya lebih senang menyaksikan acara-acara luar negeri seperti Discovery Channel, National Geographic, BBC Earth dan History Channel. Tayangan ini lebih mengayakan pikiran.

Mitos#3. Menabung pangkal kaya. Ini mitos lama yang staying alive. Uang yang disimpan di bank laju pertumbuhannya kalah cepat dengan inflasi. Akibatnya uang yang ditabungkan nilainya lama-kelamaan akan tergerus tanpa terasa. Otomatis karena nilai uangnya jatuh terus apa mungkin bisa kaya?

Yang benar bukan menabung. Alokasikan uang Anda untuk investasi. Alokasikan sedikit demi sedikit uang Anda buat membeli tanah di pinggiran kota. Prediksi saya tanah yang Anda beli tadi nilainya akan semakin mahal setiap tahun atau saat laju perekonomian di tempat Anda tengah melonjak tajam.

Di tempat saya tinggal sebidang lahan di pinggiran jalan sangat berharga manakala para pengguna jalan lalu lalang siang malam melewati jalan tersebut. Hal ini memberikan keuntungan sangat signifikan bagi para pedagang karena para pengendara dengan mudah mengenali dagangan mereka. Sarana iklan yang amat murah.

Praktis bagi para pemilik lahan (tanah) mendapatkan keuntungan tidak sedikit. Lahan yang strategis itu bisa disewakan. Aset pasif yang sangat produktif. Ajiib..

Mitos#4. Bahwa kekayaan gak bisa dibawa mati. Komentar negatif seperti “buat apa kayak mas toh kekayaan gak akan dibawa sampai mati” atau “orang kaya juga belum tentu masuk surga mas”.

Komentar ini biasanya dilontarkan oleh orang yang tidak tahu cara memperoleh kekayaan dengan jalan halal dan sedang menghibur diri. Semua yang kita miliki di dunia pada hakikatnya bukan milik kita. Tentu ada Sang Pencipta yang berhak mengambil itu semua dari kita.

Namun terbersitkah kita  bahwa kita juga harus menyiapkan bekal buat di akhirat sana? Maka jadilah insan yang kaya dan hidup mulia dengan kekayaan itu. Jadikan kekayaan itu sebagai ladang amal yang membahagiakan. Membahagiakan bagi diri dan orang lain.

Kelak  harta kekayaan yang dimiliki di dunia itu mengantarkan pemiliknya menuju surga-Nya.

Demikianlah mitos-mitos berbahaya seputar uang dan kekayaan. Pahami mitos-mitos ini. Semoga Anda menjadi orang kaya dan hidup mulia.

Photo credit by : Donna Brittain @flickr.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

2 thoughts on “Mitos-Mitos Menyesatkan Seputar Uang dan Kekayaan

  1. Erwin Dwi Cahyono

    Setuju sekali dengan artikel ini, dewasa ini media elektronik cenderung tidak faktual dan memberikan efek brainwash. Kembali kepada diri sendiri saja, sebagai manusia yang bijak kita perlu memilah dan memilih tayangan apa yang bermanfaat bagi kita, memberikan informasi yang baik serta menambah wawasan kita, bukan sebaliknya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *