3 Kebiasaan Hebat Agar Hidupmu Semakin Tenang dan Menyenangkan

By | October 26, 2016

bahagia

Minggu yang lalu kita telah mengetahui penyakit mental apa saja yang bisa jadi blok penghalang. Yang bisa menghalangi gerak langkah kita buat merengkuh kekayaan. Buat mencapai kesejahteraan. Bahwa ada 3 pilar yang harus kita rajut dan tumbuh dalam segenap raga kita yaitu optimisme, daya tahan dan kreatifitas.

Memang uang tidak menentukan kebahagiaan hidup seseorang jika sudah melebihi batas-batas tertentu. Batas itu disebut money threshold. Dimana bila penghasilan kita sudah melebihi 15-20 juta per bulan maka kebahagiaan kita akan sama saja dengan orang yang berpenghasilan di bawah itu.

Mengapa? karena semakin tinggi penghasilan seseorang cenderung semakin terjebak pada hedonic treadmill. Yaitu semangat menggebu-gebu demi memuaskan hasrat pada keinginan sesaat. Keinginan membeli barang ini dan itu, yang sebenarnya kalau diukur pada skala prioritas tertentu belum mencapai kebutuhan primer.

Namun tidak pula kita menafikan bahwa kita tidak butuh uang sama sekali. Uang sangat dibutuhkan demi membiayai hidup sehari-hari. Demi menjamin keberlangsungan hidup. Akan tetapi sikap bijak dalam mengelola keuangan dan kekayaan mutlak diperlukan agar tidak terjebak pada perilaku hedonic treadmill.

Minggu ini saya akan mendedahkan 3 kebiasaan hebat yang bisa mengantarkan pelakunya menuju kehidupan yang tenang. Kebiasaan-kebiasaan ini juga akan mendongkrak optimisme, daya tahan dan kreatifitas menjadi semakin cemerlang. Karena sudah dibuktikan secara ilmiah. Kebiasaan ini juga bisa mengantisipasi dari jebakan hidup berlebihan.

Apa sajakah 3 kebiasaan hebat itu? Di Rabu pagi ini mari kita telisik satu-persatu.

#1 : Rajin bersyukur.

Riset membuktikan bahwa kebiasaan bersyukur bisa membuat mental seseorang lebih tangguh. Orang yang rajin bersyukur biasanya akan lebih bahagia dan lebih produktif. Lebih dari itu kebiasaan ini bisa menghindarkan dari penyakit. Karena pada saat seseorang bersyukur maka otak akan memproduksi hormon endorphin yang sangat dibutuhkan imun tubuh agar lebih kebal terhadap penyakit.

Penelitian pernah dilakukan pada sejumlah responden di Amerika. Mereka diminta untuk mengingat 3 hal positif yang terjadi hari itu. Kemudian mereka diminta untuk menuliskannya. Alhasil saat otak mereka di-scan ditemukan sel-sel otak mereka lebih berkembang. Mereka lebih happy dan optimis dalam menjalani hidup.

Bagi setiap muslim setidaknya ada kesempatan dimana tiap selesai melaksanakan sholat fardhu untuk memanjatkan rasa syukur kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Cobalah untuk memulai kebiasaan bersyukur setiap sholat shubuh. Di pagi hari setiap memulai hari baru panjatkan rasa syukur akan nikmat kehidupan. Bersyukur masih diberikan hidup, masih bisa merasakan nikmat bangun pagi, masih diberikan kesehatan, dan banyak lagi hal lainnya.

Never under estimate the power of gratitude. Jangan meremehkan keajaiban bersyukur. Syukurilah mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal yang paling besar. Syukurilah masih bisa makan enak, bisa mendengarkan musik, bisa menulis artikel hingga bersyukurlah akan nikmat yang besar seperti masih diberikan kesempatan hidup.

Bagi seorang muslim tentu sangat paham tentang kaidah pentingnya bersyukur. Hal ini sejalan dengan riset yang membuktikan ketika bersyukur berarti kita memancarkan energi positif yang ditangkap oleh seluruh alam semesta. Pada saat yang bersamaan dipantulkan kembali energi positif pada kita. Alhasil hidup kita semakin positif semakin sejahtera semakin barokah.

#2 : Rajin berolahraga.

Seperti kita tahu rajin berolahraga bisa membuat tubuh lebih bugar. Bisa membuat kondisi fisik kita lebih kuat dan sehat. Namun ada yang lebih penting dari itu. Rajin berolahraga ternyata mampu membuat daya resiliensi kita jauh lebih kuat. Jauh lebih tegar dalam menghadapi kondisi apapun.

Hal yang disarankan dalam membangun kebiasaan berolahraga ini ialah lakukan secara rutin tiap hari paling sedikit 15 menit. Tidak perlu melakukan gerakan-gerakan yang berat. Lakukan olahraga ringan seperti push up, sit up atau jogging sekitar komplek rumah.

Bila kita amati orang yang rajin berolahraga cenderung hidupnya lebih dinamis dan lebih optimis. Mungkin hal ini dikarenakan otot-otot yang terus digerakkan. Sehingga lebih terlatih, lebih kokoh dan lebih teruji dalam kondisi sesulit apapun juga.

#3 : Kontemplasi.

Mungkin kita pernah mengalami sejenak berfikir tentang sebuah masalah di sebuah keheningan. Lalu kita melakukan perenungan yang amat dalam mengapa masalah itu bisa terjadi? Kemudian di tengah keheningan itu sekujur tubuh merasa rileks dan pikiran kita tiba-tiba menemukan jalan keluarnya. Itulah kontemplasi.

Kontemplasi atau perenungan yang dalam membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa segala sesuatunya entah itu keberhasilan atau kegagalan ada kuasa yang mengatur. Sehingga tidak menjadi pesimis setelah mengalami kegagalan. Juga tidak menjadi sombong bila berlimpah kesuksesan.

Dalam agama Islam istilah ini kental dinamakan dengan tafakur. Proses merenungkan tentang kehidupan, tentang hakikat penciptaan. Riset membuktikan kebiasaan kontemplasi ini bagus buat merawat rasa optimis juga memperkokoh daya resiliensi. Kontemplasi juga bisa mendorong otak kita buat berfikir kreatif. Selalu mencari terobosan-terobosan di tengah kesulitan yang menghadang.

Demikianlah 3 kebiasaan hebat yang mesti dipraktekkan agar hidup semakin tenang dan menyenangkan.

Photo credit by: Austin Schmid@unsplash.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *