Keajaiban Teknik Visualisasi Positif (2)

By | November 16, 2016

keajaiban-teknik-visualisasi-p

Saya pernah menuliskan tentang keajaiban teknik visualisasi positif itu di sini. Akhirnya saya tuliskan lagi dalam rangka mengejar keinginan buat meraih financial freedom. Sudah berminggu-minggu topik ini di bahas. Pada bahasan kali ini, kita akan mengupas bagaimana cara mewujudkan mimpi-mimpi financial freedom kita menjadi kenyataan.

Pada tulisan saya waktu itu, saya teringat saat saya dan istri berkeinginan kuat buat memiliki rumah. Yah rumah. Apa yang paling dicari bagi pasangan yang sudah berrumah tangga? Tidak lain jawabannya pasti rumah atau tempat tinggal yang layak huni. Bagaimana bisa melangsungkan kehidupan rumah tangga yang aman dan menentramkan bila belum memiliki hunian yang nyaman.

Setiap tahun pasangan baru melangsungkan pernikahan. Bukan hal yang aneh bila harga rumah makin tahun semakin mahal. Hal ini yang memicu industri properti membangun perumahan-perumahan baru bagi pasangan-pasangan baru itu. Namun acapkali keinginan untuk memiliki rumah bagi pasangan-pasangan muda itu kandas dikarenakan harga rumah yang membumbung tinggi.

Sekali lagi membuktikan hukum supply dan demand sangat menentukan pasokan dan harga rumah. Bagi beberapa pasangan sewa rumah atau tinggal di kontrakan adalah alternatif buat mereka melangsungkan kehidupan. Mimpi tetaplah mimpi. Keinginan memiliki rumah tetap ada dalam jiwa sanubari. Sebagian dari mereka berjibaku untuk mewujudkan mimpi indah ini.

Hal senada pernah saya alami ketika saya baru berrumah tangga. Saya belum memiliki rumah waktu itu. Menyewa sebuah rumah menjadi pilihan. Kami menyewa sebuah rumah sederhana. Walaupun ukurannya sederhana tapi biaya sewa rumah di kota seperti menguras biaya makan setahun bila tinggal di desa. Begitu mahalnya. Tapi cara seperti ini kami lakoni sembari berharap muncul keajaiban suatu saat bisa memiliki rumah sendiri.

Hari demi hari, bulan demi bulan kami tinggal di rumah sewa itu. Seperti layaknya pasangan baru tinggal bersama di sebuah rumah itu memiliki moment-moment yang unforgettable. Apalah lagi kehamilan istri saya makin ke sini makin besar. Hal ini mendorong prioritas memiliki rumah ditingkatkan dari status siaga menjadi status waspada. Butuh segera!

Kami sering berimajinasi mengenai gambaran rumah masa depan. Masing-masing dari kami mengutarakan keinginan rumahnya seperti apa. Beberapa hal sepakat seperti, rumahnya nanti di komplek perumahan tempat kami menyewa rumah saat ini. Atmosfernya enak, meski Cikarang kota yang panas tapi tinggal di komplek ini masih terasa adem. Jauh dari kerumunan dan aktifitas orang. Masih banyak tumbuh pohon-pohon rindang. Kehidupan warganya yang ramah serta gak jauh dari masjid.

Kami bincangkan hal itu setiap hari seolah-olah telah ada di depan mata. Alhamdulillah kami memiliki rumah itu 3 hari sebelum kelahiran anak yang pertama. Ciri-ciri rumah yang ditinggali persis seperti yang kami imajinasikan. Kombinasi antara do’a seorang istri, kerja keras sang suami serta imajinasi positif mengantarkan mimpi menjadi kenyataan.

Memang hanya sebuah rumah sederhana. Tapi bagi kami nilainya sangat mahal melebihi nilai rumahnya itu sendiri. Bagi pasangan yang sudah memiliki rumah selamat yah.. Bagi yang belum tetap semangat, tetap berjuang. Wah jadi curhat nih, hehe. Ini bukan sekedar curhat tapi saya ingin berbagi tentang ampuhnya memiliki visualisasi positif.

Cerita pun tidak berhenti sampai di situ. Kelahiran anak pertama membawa semangat baru bagi kami. Rumah itu telah kami renovasi. Halaman depan yang semula tidak tersedia garasi. Kami sulap menjadi halaman yang luas buat garasi. Yah, kami berkhayal suatu saat kami memiliki kendaraan pribadi.

Tinggal di kota dibutuhkan moda transportasi yang fleksibel. Bisa kemana-mana. Bisa menjangkau ke segala arah. Beberapa alasan saat itu, lebih aman dan nyaman menggunakan kendaraan pribadi bila bersilaturahmi ke rumah orang tua dan ke mertua bila dibandingkan kendaraan umum.

Pernah suatu kali kami berangkat dari Cikarang ke Majalengka menemui mertua. Perjalanan yang tidak terlupakan. Tidak terlupakan kesengsaraan demi kesengsaraan  selama di perjalanan. Berangkat haruslah pagi sekali, jika tidak bisa malam hari sampai di sana. Butuh 6 jam buat tiba di sana. Sesampainya di bis kami harus rela berdesakan. Yang lebih menyedihkan dari sekian banyak orang itu tidak ada yang rela memberikan kursinya pada istri saya. Padahal istri saya tengah menggendong anak pertama kami yang baru berusia sekira lima bulan waktu itu.

Baru sekitar setengah perjalanan, berarti setelah 3 jam berdiri kami baru dapat tempat duduk. Fiuhh..

Perjalanan semakin siang, cuaca pun semakin panas. Anak saya menangis sepanjang jalan karena kegerahan. Kami sebagai orang tua mengibas-ngibas udara sejuk dari apa saja agar anak kami bisa reda tangisannya. Belum lagi perut kami yang keroncongan karena sejak pagi tadi belum sarapan. Semuanya berharmonisasi menambah gelapnya pengalaman waktu itu.

Hal ini mendorong upaya dari kami sekuat-kuatnya. Agar kami bisa nyaman pergi kemana pun. Agar bisa pergi kapan saja kami mau tidak mesti berangkat pagi. Agar anak-anak bisa tidur dengan nyenyak dan gak rewel sepanjang perjalanan.

Berdasar pengalaman keinginan memiliki rumah itu kami memvisualisasikan keinginan memiliki kendaraan. Sebuah mobil keluarga. Putih warnanya. Dan hemat bahan bakarnya. Alhamdulillah saat ini kami sudah memiliki mobil yang kami visualisasikan itu. Visualisasi positif ini tidak menjadi kenyataan begitu saja. Banyak tantangan yang mesti kami berdua hadapi. Belum lagi perencanaan keuangan yang matang.

Bagi saya, sebuah pasangan suami istri yang memiliki segala sesuatunya berangkat dari nol lebih memiliki komitmen di dalam hidupnya.

Selamat bervisualisasi positif. Kombinasikan dengan kerja keras yang tangguh diiringi dengan alunan do’a yang khusyu. Maka mimpi-mimpimu akan menjadi kenyataan.

NOTE :

BANYAK pembaca blog ini bisa mewujudkan mimpinya dengan Teknik Visualisasi Positif. 

Mau tahu caranya?

Hubungi WA 0856 9974 568. Nanti akan saya pandu caranya melalui audio. Tunggu apalagi?

Photo credit by : Medison Nickel@unsplash.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *