Aksi Bela Islam 3 : Kekuatan Hati Yang Mempersatukan

By | December 7, 2016

212 Persatuan yang Berkualitas

Seminggu sudah Aksi Bela Islam 3 telah berlalu. Namun hari ini masih sering kita saksikan di media kabar terutama media sosial ramai diperbincangkan tentang aksi super damai yang telah dihadiri oleh jutaan umat Islam di Indonesia. Mereka datang dari seluruh pelosok nusantara untuk hadir dalam acara itu. Dimana kegiatannya sendiri dipusatkan di Jakarta. Aksi super damai berlangsung hari Jum’at tanggal 2 Desember 2016.

Setelah aksi damai kedua atau kita mengenalnya dengan Aksi 411, massa yang berkumpul tanggal 2 Desember jumlahnya lebih massif lagi. Bila massa yang hadir tanggal 4 November lalu berjumlah 2-3 juta orang maka pada aksi bela Islam ketiga jumlah massa hadir mencapai 7,4 juta orang. Berarti dua kali lipat lebih dari aksi sebelumnya. Luar biasa ! Allohu Akbar !

Hebatnya lagi massa sebesar ini datang dengan panggilan yang sama. Yakni ingin membela agamanya dari sebuah penistaan yang telah dilakukan oleh Basuki Thahaja Purnama alias Ahok. Mereka berangkat atas keinginan dan biaya sendiri.

Bahkan, yang membuat hati ini tergetar ialah perjalanan longmarch pelaku aksi dari Ciamis. Mereka rela menempuh jarak ratusan kilometer dengan berjalan kaki. Jika panggilan iman sudah berbicara maka tiada lagi yang dapat menghalang. Perjalanan panjang kafilah Ciamis ini juga menjadi inspirasi umat Islam lainnya. Mulailah kaum muslimin Bogor juga berangkat berjalan kaki sedari hari kamis menuju Monas.

Sedang peserta aksi lainnya ada yang berangkat men-carter pesawat karena sebelumnya ada larangan menggunakan bus. Dengan cara apapun jutaan peserta aksi itu hadir tumpah ruah di jalanan. Dikabarkan semenjak shubuh peserta aksi sudah memenuhi lapangan Monas sekalian menunaikan sholat shubuh di sana.

Pagi beranjak pukul 7, massa telah memenuhi jalanan Tugu Tani dan Thamrin. Apalagi peserta aksi bertambah terus hingga siang hari. Spontan Jakarta hari itu didominasi warna putih tanda keseragaman para peserta aksi.

Setiap para peserta aksi disambut dengan ramah oleh warga setempat. Segala rupa makanan dan minuman dengan hamparnya tersaji di sana. Tidak ada perasaan takut. Tidak ada perasaan terintimidasi. Yang ada hanyalah perasaan persaudaraan. Karena sejak awal aksi ini berangkat untuk menegakkan keadilan dan menjunjung semangat persatuan. Semua warga bahagia menyaksikan peserta aksi di sana. Jas hujan, handuk dibagikan gratis. Ingin semuanya terlibat di sana. Ingin semua menjadi bagian dari aksi bersejarah ini.

Yang lebih haru lagi ialah saat-saat persiapan sholat Jum’at. Kami yang hanya bisa sebatas Thamrin mulai menggelar sajadah. Di depan tampak sebuah mobil pick up dilengkapi dengan pengeras suara memandu para peserta aksi untuk mempersiapkan diri. Tampak cuaca sangat pas saat itu. Tidak panas tidak pula dingin. Yah pas saja kami rasa.

Karena jauhnya posisi imam yang ada di area Monas sana. Maka seseorang di mobil pick up itu menyerukan agar pelaksanaan sholat Jum’at bisa di-relay oleh sebuah stasiun radio. Sehingga pelaksaaannya bisa serempak. Berkali-kali sinyal suaranya putus nyambung. Akhirnya ada seorang peserta aksi yang membawa radio portable dengan semangatnya dia berlari menuju mobil itu. Alhasil melalui radionya suara dari Monas pun terdengar. Para peserta aksi pun menyambut dengan pekikan takbir.

Adalah hal yang pertama kali saya alami, dan mungkin sebagian besar para peserta aksi. Ketika menunaikan sholat Jum’at tiba-tiba hujan turun membasahi bumi. Saya rasa di tengah hujan itu tidak ada yang bergeming. Semua khusyu mengikuti imam. Di tengah curahan hujan yang syahdu itu kami bersyukur dan memanjatkan do’a. Saya lalu berfikir, seandainya hari itu cuaca Jakarta panas dan gerah mungkin akan lain ceritanya. Biasanya bila cuaca panas kita akan lebih sensitif dan bisa jadi para peserta aksi akan lebih mudah tersulut emosi.

Intensitas hujan pun kami rasa sangat cukup. Buktinya badan kami tidak kuyup. Belakangan saya mengetahui lewat smartphone bahwa Ustadz Arifin Ilham membimbing para peserta aksi berdo’a agar diturunkan hujan sebagai pertanda jawaban atas do’a yang dipanjatkan. Bercucuran air mata ini. Inikah pertanda bahwa Sang Pemilik Alam Semesta meridhoi usaha dan do’a para peserta aksi?

Saat mendengar khutbah, bulu kuduk saya berdiri. Baru pertama kali saya menyimak khutbah seperti ini. Membakar semangat para peserta aksi. Khutbah ini seperti orasi Bung Tomo pahlawan asal Surabaya di kala itu. Khutbah yang disampaikan Habieb Rizieq ini membukakan hati dan pikiran.

Seusai sholat Jum’at para peserta aksi mulai membubarkan diri. Saya belum pernah menyaksikan jama’ah sholat Jum’at yang sangat banyak hingga mencapai jutaan seperti waktu itu. Pelaksanaan sholat Jum’at pun terlihat tertib, kompak dan khusyu.

Dalam perjalanan pulang para peserta aksi melantunkan sholawat. Dan tentu saja peserta aksi sangat menjaga ketertiban. Tidak ada dorong-dorongan. Semua saling mempersilahkan. Saling menjaga satu sama lain. Para peserta aksi lain sibuk mengumpulkan sampah di jalanan. Taman-taman, pepohonan semua dijaga dengan aman. Bahkan Kapolri melaporkan tidak ada satu dahan pun yang patah akibat aksi super damai.

Sepanjang jalan pulang tawaran membawa makanan dan minuman masih sangat banyak. Peserta aksi yang tidak membawa bekal apapun dari rumah bisa kenyang waktu itu.

Kabarnya aksi super damai itu  juga dihadiri sejumlah artis. Dan paling membahagiakan ada di antara para peserta aksi yang berlainan agama hadir pula waktu itu. Juga beberapa etnis Tionghoa juga ambil bagian dalam peristiwa bersejarah hari Jum’at lalu.

Para peserta aksi dan aparat keamanan bahu membahu bekerja sama menjaga aksi sepanjang hari penuh keamanan dan ketertiban.

Bila saja moment-moment indah itu bisa berulang kembali. Tentu alangkah indahnya hidup ini.

Photo credit by : belaquran.com

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja invite pin BBM saya : D3027B50 atau save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook yang sangat menarik.

Related posts :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *