Pelajaran Fenomenal Dibalik Sosok Katherine G. Johnson pada Film Hidden Figures

By | January 10, 2018

Katherine G. Johnson, Mary Jackson, Dorothy Vaughn. Apakah Anda tahu siapa mereka? Saya bisa menebak kebanyakan Anda semua tidak tahu siapa mereka. Mereka adalah 3 orang perempuan ahli matematika berkebangsaan Afrika-Amerika. Keberadaan mereka menjadi penting saat Amerika sedang getol-getolnya membangun proyek luar angkasa.

Katherine G. Johnson piawai dalam komputasi. Perhitungannya tentang lintasan orbit pesawat luar angkasa sangat akurat. Lebih penting lagi setelah astronot dikirim ke luar angkasa, mereka harus kembali ke bumi dengan selamat. Katherine diminta NASA untuk menghitung titik pendaratan yang aman bagi astronot. Dengan perhitungannya yang cemerlang astronot bisa kembali dengan selamat. Perhitungan Katherine menjadi sangat penting di setiap penerbangan astronot.

Lain lagi dengan Mary Jackson. Perempuan ahli matematika yang satu ini lebih ahli dalam menghitung kalkulasi bahan. Satu penemuan penting yang pernah ditemukan adalah perisai anti panas. Setelah astronot berada di luar angkasa, mereka harus kembali ke bumi dengan menembus atmosfer. Kita tahu atmosfer adalah lapisan pelindung bumi. Lapisan ini akan membakar semua benda angkasa tidak terkecuali pesawat luar angkasa. Maka perisai anti panas hasil perhitungannya berhasil menyelamatkan astronot yang akan kembali ke bumi.

Terakhir Doroty Vaughn. Tahun 1960-an ketika komputer IBM pertama kali lahir adalah sebuah rangkaian digital yang terdiri dari gabungan panel-panel besar. Panel-panel ini sebesar lemari. Panel-panel ini memenuhi ruangan. Tidak seperti komputer saat ini. Ringkas dan ukurannya kecil. Komputer IBM memiliki ukuran beberapa kali lebih besar. Walaupun diklaim bisa menghitung 14.000 perhitungan per detik, komputer IBM saat itu lebih mirip seonggok tumpukan sampah. Berkarat dan tidak berguna. Adalah Dorothy Vaughn yang bisa memfungsikan komputer IBM itu hingga berjalan normal.

Amerika di tahun 1960-an menerapkan politik rasialis. Warga Amerika keturunan Afrika (negro) dipandang sebagai warga kelas dua. Semua fasilitas warga yah hanya fasilitas nomer dua. Setiap negro dipandang gak lebih baik dari warga kulit putih. Sekolah anak-anak negro dipisahkan dengan warga kulit putih. Ruangan untuk bekerja pun dipisahkan. Singkatnya, warga kelas dua hanya boleh menikmati fasilitas kelas dua.

Katherine G. Johnson bekerja di bagian komputasi NASA. Bagian ini sangat krusial bagi lembaga antariksa nasional Amerika (NASA) dalam menerbangkan pesawat luar angkasa, menentukan lintasan orbit, menentukan titik pelepasan roket, menentukan titik kembali pesawat. Jika terjadi miskalkulasi (salah perhitungan) sedikit saja maka akan berakibat fatal. Bisa berakibat pesawat hancur dan sudah pasti astronot pun meninggal.

Perhitungan Katherine sangat akurat sampai empat angka di belakang desimal. Pernah suatu ketika Katherine dimintai untuk menghitung dalam misi NASA menerbangkan seorang astronot bernama John Glenn mengorbit di atas permukaan bumi. Dalam waktu yang sangat mendesak Katherine harus melakukan perhitungan karena hasil perhitungannya akan menentukan apakah misi NASA akan dilanjutkan atau tidak. Dengan sangat cepat perhitungan rumit pun berhasil dilakukan. Atas hasil rekomendasinya, misi dilanjutkan. Semua hasil perhitungannya digunakan dalam misi itu dan berhasil.

Di awal kemunculan Katherine sebagai ahli komputasi di NASA memang dipandang sebelah mata. Politik rasialis Amerika berakibat muncul stigma bahwa otak orang negro tidak sebaik kulit putih. Bahkan lebih miris lagi, Katherine harus berjalan jauh tiap kali pergi ke toilet. Jaraknya 800 meter. Pernah suatu kali dia sampai basah kuyup karena kehujanan karena harus keluar gedung menuju gedung yang lain tempat toilet khusus wanita kulit hitam.

Semua itu dia jalani penuh ketabahan. Sampai akhirnya kepala departmen-nya pun mengakui kecerdasan Katherine dan menyediakan fasilitas baginya.

Katherine sekarang sudah berusia senja. Pada 24 November 2015 Presiden Obama memberikan penghargaan The Presidential Medal Of Freedom. Sebuah penghargaan bergengsi dari Presiden untuk warga sipil Amerika. Tahun 2016, BBC mencantumkan namanya di daftar 100 Wanita Berpengaruh di dunia. Di tahun yang sama tepatnya tanggal 5 Mei dibangun sebuah gedung penelitian bernama Katherine G. Johnson Computational Research Facility demi mengingat jasa-jasa Katherine dalam komputasi.

Warna kulit yang berbeda tidak menjadikan tiga orang perempuan ini minder dan merasa rendah diri di hadapan warga kulit putih.

Katherine pernah berkata, ” I¬†don’t have a feeling of inferiority. Never had. I’m good as anybody but no better “. Dari pernyataannya ini terlihat sikap tegas bahwa dirinya tidak pernah menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain. Meski dirinya ditakdirkan Tuhan sebagai seorang negro. Dia menghargai pemberian Tuhan. Sebaliknya, dengan kecerdasan yang dimilikinya tidak menjadikan dia sombong. What a perfect lady. Suka banget deh. ūüėÄ

Pelajaran penting apa yang bisa kita ambil dari perjalanan Katherine G. Johnson? Mari kita telisik satu persatu.

Inspirasi#1. Life is a gift of God to be grateful. Bersyukur Tuhan telah anugerahkan kehidupan. Menjalani kehidupan kelas dua memang menyebalkan. Diremehkan. Direndahkan. Dan perlakuan negatif lainnya. Tapi keadaan itu tidak lantas memandang dirinya sebagai warga kelas dua. Ia mampu mensyukuri diri apa adanya. Syukur memiliki kekuatan. Dalam agama saya, semakin bersyukur maka nikmat akan bertambah.

Inspirasi#2. Your hobby might your passion.  Katherine memang hobi menghitung dari sejak kecil. Pernah dia disuruh gurunya untuk menyelesaikan persamaan di depan kelas. Dengan lincah dia memainkan kapur menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya di papan tulis. Guru dan murid-murid berdecak kagum dibuat takjub. Alhasil matematika sudah menjadi bagian hidupnya dari sejak kecil hingga tuanya kini. Apa yang bisa Anda lakukan lebih baik dan Anda enjoy melakukannya bisa jadi itu passion Anda.

Inspirasi#3. Keep struggle and never give up. Kesuksesan hanya milik orang-orang yang berusaha. Tuhan tidak akan merubah nasibmu jika kamu tidak mau berusaha. Kesuksesan tidak menghampiri orang begitu saja. Kesuksesan Katherine sebagai pakar komputasi adalah belajar tanpa henti ilmu matematika. Dan terbukti ilmu yang dimilikinya bisa mengantarkan sekian banyak astronot ke luar angkasa dan kembali dengan selamat.

Photo credit by : https://anthonybonato.com/

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

2 thoughts on “Pelajaran Fenomenal Dibalik Sosok Katherine G. Johnson pada Film Hidden Figures

  1. Wulan

    “HIDDEN FIGURES”
    Baru tau kalau ada judul film tersebut TRUE STORY yang sangat menarik, benar” luar biasa
    Just like u said ” What A Perpect Lady”
    Banyak hal yang saya bisa ambil dari artikel ini salah satunya tentang bersyukur,
    “Semakin bersyukur maka nikmat akan bertambah”

    Sukses terus kang Agus Kurnia

    Reply
    1. Agus Kurnia S Post author

      Terimakasih Wulan. Film Hidden Figure ini diputar di History channel beberapa waktu lalu. Filmnya sangat inspiring.
      Senang artikelnya bermanfaat.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *