Pentingnya Memperhatikan Kondisi Emosi Anda Demi Hidup Yang Lebih Baik

By | January 31, 2018

Cabang lain dari ilmu hypnosis ialah Emotional Freedom Technique.  Teknik ini dipopulerkan oleh Gary Craig. Gary Craig adalah seorang insinyur lulusan Stanford University. EFT atau Emotional Freedom Technique merupakan serangkaian metode untuk melepaskan individu dari serangkaian gangguan emosional dan fisik.

Metode ini berfokus pada sistem energi tubuh manusia. Prinsipnya adalah The cause of all negative emotions is a disruption in the body’s energy system. Atau sederhananya penyebab dari segala munculnya emosi negatif pada manusia seperti marah, benci, dendam diakibatkan karena terganggunya sistem energi tubuh.

Emosi negatif ini dapat memicu kontrol buruk pada pikiran. Akibatnya pikiran tidak dapat mengendalikan kondisi normal pada tubuh. Jantung berdetak lebih kencang. Nafas jadi tidak teratur. Sangat sulit mengambil keputusan yang benar bila sudah dalam kondisi seperti ini. Bukan saja rugi tubuh kita rentan diserang penyakit. Celakanya bila salah ambil keputusan bisa-bisa hidup kiamat jadinya.

Lebih fatal lagi emosi negatif ini menyebar. Misal anak di rumah lagi rewel kemudian si ibu marah-marah. Anak bukannya diam malah semakin marah semakin rewel. Lalu kerjaan di rumah jadi terabaikan. Rumah masih kotor berantakan. Belum disapu. Tibalah sang suami pulang kerja. Dia kaget karena rumah mirip kapal pecah. Karuan saja si suami memarahi istrinya. Istri gak terima membela diri. Akibatnya sore hari itu keadaan seperti di neraka. Anak tetap rewel. Istri dan suami terlibat aksi ngomel-ngomel.

Kita tidak mau mengalami hal seperti itu bukan?

EFT memusatkan pada titik-titik meridian untuk menormalkan energi dalam tubuh. Masing-masing titik meridian mewakili emosi manusia. Seperti titik meridian di bawah mata. Ketidakseimbangan pada pada titik ini mengakibatkan mudah marah, mudah gelisah, merasa kehilangan dan gampang takut. Hanya dengan mengetuk-ngetuk posisi di bawah mata diiringi dengan sikap pasrah pada Yang Maha Kuasa maka emosi negatif tadi bisa dinetralisir. Efeknya perasaan Anda akan lebih lega. Gak percaya? Coba saja.

Teknik ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan fobia dan trauma. Gary Craig pernah mendapat tantangan untuk menyembuhkan luka trauma yang sangat dalam para pejuang veteran Amerika pasca perang Vietnam. Para veteran perang ini keliatan frustasi, gampang gelisah, dihantui rasa takut dan rasa bersalah selama hidupnya. Beberapa ahli terapi telah berusaha mengembalikan emosional mereka.

Namun usaha mereka belum berhasil. Adalah Gary Craig mampu mengembalikan kondisi 20 orang prajurit veteran dalam kondisi emosi yang stabil hanya dalam 2 minggu. Mengalahkan terapi yang berlangsung selama beberapa tahun. Teknik ini sangat cocok bagi mereka. Karena alih-alih berusaha melupakan tragedi yang terjadi selama perang. Teknik ini lebih menekankan kepada menerima kenyataan yang dialami oleh prajurit saat berperang. Sehingga merasa lebih lega. Emosi pun jadi lebih stabil. Mereka dapat hidup lebih tenang.

Dalam sebuah sesi pelatihan EFT saya pernah menyaksikan praktek penyembuhan client dari fobia. Client ini fobia terhadap mic. Aneh kan? Lalu client diminta untuk menceritakan latar belakang munculnya fobia itu. Ini penting bagi therapyst. Therapyst adalah sebutan bagi ahli terapi EFT. Mengetahui riwayat munculnya fobia memungkinkan therapyst untuk menentukan metode yang tepat seperti apa.

Rupanya client pernah mengalami pengalaman buruk selama masa kecilnya. Pada saat kanak-kanak dia pernah diminta untuk tampil di depan umum. Celakanya kabel mic tersangkut di kakinya.  Begitu mic dipegang, kabel ketarik dan spontan dia pun terjatuh. Saat itu juga teman-temannya, guru dan orang-orang yang ada saat itu menertawakannya.

Kejadian itu begitu jelas tertanam di dalam ingatannya. Sampai-sampai masih tergambar jelas di benak client suasananya seperti apa, penyebab jatuhnya kenapa, orang-orang yang menertawakan di sekelilingnya. Dan kenangan pahit ini terus terngiang di telinganya beberapa puluh tahun lamanya. Fiuhhh..

Pada saat menceritakan ini pun client sambil terisak menangis. Air matanya mengalir deras seperti baru saja mengalami itu. Terlihat sikap tubuhnya yang seperti ketakutan pada saat ia bercerita. Terkenang perasaan takut dia untuk kembali tampil di depan umum.

Setelah merasa lega karena telah bercerita, barulah sang therapyst melancarkan aksinya. Dia memandu client untuk mengikuti seperti yang dilakukan dan diucapkannya. Dia perlihatkan gerakan tangannya menekan-nekan menggunakan dua jari pada bagian bawah telapak tangan sebelah kiri. Client pun mengikutinya. Lalu dia ucapkan kalimat mantra : “Ya Alloh meskipun saya sedang mengalami masalah fobia terhadap mic. Saya pasrah. Saya ikhlash. Saya memohon kesembuhan Ya Alloh”.

Setelah dirasa cukup pada teknik ini. Client lalu diminta membayangkan kembali kejadian saat itu. Kembali pecah seisi ruangan dengan isak tangisannya. Membayangkan luka perasaan yang amat dalam karena telah dipermalukan di depan umum. Saya termasuk yang menyaksikan saat itu jadi merasa iba.

Menangis adalah luapan emosi. Therapyst malah menyarankan untuk mengeluarkan emosi apapun saat terapi berlangsung. Dengan demikian segala emosi negatif telah terpancing keluar. Kemudian terapi dilanjutkan dengan menekan-nekan titik meridian pada kepala, kening, pelipis, bawah mata. Sambil diiringi dengan kalimat pasrah dan ikhlas pada Yang Maha Kuasa.

Bagian ini lebih menegangkan. Setelah sesi terapi selesai. Tibalah sang therapyst menyuruh client untuk berbicara di depan umum. Dia harus berbicara di hadapan saya dan peserta yang lain yang jumlahnya cukup banyak di ruangan itu. Sambil memegang mic pelan-pelan dia memulai pembicaraannya. Dia menyapa : ” Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh..”. Dengan bibir gemetar sedikit demi sedikit dia menyampaikan materinya.

Ajaibnya, dia lancar berbicara. Malah ketika sang therapyst memberi aba-aba buat mempermalukan client. Client tidak mengindahkan gangguan itu sedikit pun. Ada yang sengaja menertawakannya, ada yang memukul-mukul botol minum, ada yang berteriak-teriak. Melakukan apapun agar sengaja “mempermalukannya”. Tapi tetap, client tidak bergeming sedikit pun. Dia melanjutkannya sampai selesai.

Rasa bahagia dirinya juga rasa syukur dan takjub kami menyeruak memenuhi seisi ruangan. Ajaib sekali teknik ini.

EFT bekerja dengan melepaskan emosi negatif yang mengendap pada diri manusia. Emosi negatif ini mengganggu keseimbangan energi tubuh manusia. Akibatnya manusia gampang terserang penyakit. Mudah gelisah, gampang marah, mudah putus asa dan emosi negatif ini Insya Alloh bisa dinetralisir dengan cara ini. Saya telah menyaksikannya.

Saya pun bisa mengajarkannya pada Anda. Berminat mempelajarinya?

Photo by Aatik Tasneem on Unsplash

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

2 thoughts on “Pentingnya Memperhatikan Kondisi Emosi Anda Demi Hidup Yang Lebih Baik

  1. Winda aMalia

    Alhamdulillah,,artikel² yg sungguh luar biasa,menambah wawasan saya juga memotifasi untuk hidup lebih baik,lebih disiplin….

    Di tunggu artikel berikut nya,Kakak ku…. 😊

    Reply

Leave a Reply to Agus Kurnia S Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *