Empat Level Gelombang Otak dan Visualisasi Positif

By | February 7, 2018

Seakan tidak ada habisnya bila membahas tentang keajaiban otak manusia. Tentang keistimewaan pikiran manusia. Di dalamnya terdapat banyak sekali anugerah luar biasa yang ditanamkan Sang Maha Pencipta. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan modern. Semakin mudah bagi kita menelusuri keajaiban apa saja yang terkandung dalam pikiran manusia.

Dua minggu berturut-turut saya menerbitkan artikel tentang rahasia pikiran manusia. Artikel pertama membahas masalah self hypnosis. Ialah serangkaian cara untuk menanamkan sugesti positif. Agar mendarah daging dalam sekujur tubuh kita. Karena bila serangkaian hal positif yang terinstall maka akan menghasilkan tindakan  positif pula. Ini bentangan hukum law attraction.

Harmonisasi alam semesta yang menangkap gelombang pikiran manusia. Dan kemudian mengembalikkan gelombang pikiran itu kepada manusia. Jadi bila pikiran Anda ruwet, banyak masalah dan sering mengeluh maka Anda akan terjebak dalam kondisi ini terus. Pikiran ruwet banyak mengeluh > ditangkap alam semesta > dikembalikkan lagi keruwetan itu pada Anda > Anda berfikir semakin ruwet lagi > dan begitu seterusnya. Seperti lingkaran setan.

Caranya bagaimana?

Patahkan polanya. Anda harus terbiasa berfikir positif dan jangan suka mengeluh. Pikiran postif jarang mengeluh > ditangkap alam semesta > dikembalikkan lagi pikiran positif dan antusias itu > pikiran Anda semakin positif dan optimis > dan seterusnya. Anda berada pada lingkaran kemenangan. Beda sekali polanya dengan pola di atas.

Lalu artikel kedua membahas tentang terapi emosi yang basic-nya masih menggunakan pikiran bawah sadar. Saya mencontohkan seorang ibu yang mengalami trauma waktu kecil. Dia ditertawakan teman-temannya saat berdiri di depan panggung. Kakinya tersangkut mic. Dan dia pun jatuh tersungkur. Semenjak saat itu dia fobia naik panggung. Terlebih lagi dia dihantui rasa takut kalau megang mic.

Fobia ini pun berhasil disembuhkan. Dengan menggali memori pahit dia saat kecelakaan itu terjadi. Dia menangis sejadi-jadinya. Tanda emosi negatifnya deras mengalir keluar. Dengan sikap pasrah dan ikhlas akhirnya dia bisa menerima kenyataan. Dia pun berhasil mengatasi traumanya itu.

Terapi fobia ini juga mengandalkan pikiran bawah sadar. Karena emosi negatif itu menggumpal dan mengumpul di pikiran bawah sadar. Maka dia harus dipanggil dan dikeluarkan. Setelah emosi negatif berhasil dinetralkan maka yang ada hanya emosi positif. Sesuai hukum law attraction, emosi positif akan menghasilkan tindakan positif. Ibu yang tadinya trauma (negatif dinetralisir) maka dia bisa berbicara di depan audiens dan tidak fobia lagi (tindakan positif).

Visualisasi positif juga bekerja di pikiran bawah sadar. Bagi yang belum baca artikelnya bisa dibaca di sini. Ajaibnya apa yang kita visualisasi-kan bisa mewujud kenyataan. Ini terjadi pada saya. Dan entah kenapa saya merasa semua yang saya visualisasi-kan selama ini pelan-pelan semua menjadi kenyataan.

Perlu diketahui empat level gelombang otak yang terjadi sehari-hari pada hidup manusia.  Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat empat level getaran dalam otak kita. Apa sajakah itu?

Level 1 – Beta (14 – 100 Hz). Pada level ini kerja otak berada pada kondisi sadar sepenuhnya. Kita mawas dengan keadaan dan kondisi sekitar kita. Inilah frekuensi otak kita dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam frekuensi ini otak lebih mengandalkan logika. Kita bekerja, berbicara, berkonsentrasi dan menghasilkan keputusan pada level ini. Ini adalah kondisi normal yang kita alami sehari-hari dalam kondisi sadar (tidak terjaga).

Level 2 – Alpha (8 – 13.9 Hz). Pada frekuensi ini kerja otak mendorong kita untuk merasa rileks, nyaman dan tenang. Kondisi ini adalah tahapan awal untuk memulai visualisasi positif. Dimana kita menghirup dan membuang nafas pelan-pelan sampai kondisi tubuh rileks. Bila setiap hari kita berada pada level ini alangkah indahnya hidup di dunia ini. Kita selalu tenang, rileks, nyaman dan tentram.

Level 3 – Theta (4 – 7.9 Hz). Level ini lebih dalam dari level sebelumnya. Deep meditation. Kita bisa mengakses keadaan alam bawah sadar kita. Di saat inilah kita hadirkan visualisasi kita. Hadirkan juga emosinya. Bayangkan kesuksesan yang ingin kita rengkuh. Bayangkan hal itu seolah-olah sudah terjadi. Rasakan kegembiraan saat kesuksesan itu sudah diraih. Hadirkan rasa senang, puas dan bangga.

Level 4 – Delta (0,1 – 3,9 Hz). Frekuensi ini adalah kondisi di saat Anda sedang tidur. Dalam frekuensi ini otak memproduksi hormon pertumbuhan yang sangat baik. Kalau seseorang tidur dalam frekuensi ini secara stabil. Dia akan bangun dengan lebih segar.

Memang hidup ini bervariasi. Kadang kita berada dalam kondisi sibuk terjepit deadline. Atau malah sebaliknya, ketika kita libur kita berada dalam kondisi yang nyaman dan tenang. Lalu bagaimana caranya agar dalam kondisi sesibuk apapun kita masih bisa tenang dan tidak cepat emosi?

Jawabannya perbanyaklah frekeuensi kerja otak kita pada level Alpha dan Theta. Bagi seorang muslim kondisi ini sudah difasilitasi di pagi hari dan keheningan malam. Bahkan di sepanjang hari. Di saat waktu-waktu sholat. Di pagi hari yang segar selesai sholat shubuh hadirkan kondisi pikiran yang nyaman, rileks dan tenang. Setelah itu lakukan visualisasi positif atau bisa juga berikan sugesti positif di pikiran bawah sadar kita. Di keheningan malam pun demikian. Seusai sholat tahajud akseslah keadaan otak di level Alpha dan Theta.

Sehingga dengan begini Anda akan lebih yakin dengan do’a-do’a yang dipanjatkan.

Photo by Julie Macey on Unsplash

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *